Kodok Poliandri

oleh Tankerbell

Gumpalan kapas ? Whip cream atau busa cappuccino nyangkut di pohon ?

1

Bukan, ini adalah sarang berbentuk busa hasil karya species yang bernama African Great Grey Foam Nest Tree Frog  (Chiromantis xerampelina). Aku sendiri sih dari kecil tidak pernah tahu bahwa kodok punya sarang, apalagi yang ngambil tempat di atas pohon. Gimanalah, enggak terlalu bisa akrab dengan katak atau kodok, mereka lompat sekali aku lari seribu kaki. Makanya aku gak keki gagal mendapatkan Pangeran Kodok karena lari, mestinya aku coba cipika cipiki atau cibibi.

2

Inilah tampang si kodok  sarang busa, kita sebut saja begitu. Jelek, tapi banyak yang berminat. Bukan untuk dimasak jadi cui ke goreng  yang gurih. Kodok betina species ini terkenal sebagai penganut “poliandri” yang paling ekstrim dari semua vertebrata yang ada. Pada masa kawin, satu betina bisa mating alias kawin dengan 12 jantan. Caranya ? Pada musim kawin, si kodok betina beri sinyal, gayung bersambut,  si kodok betina melepaskan sel telur di dahan, kemudian  kodok jantan beramai-ramai menyumbangkan sperma, dan dalam proses itu cairan yang menyertai sperma ditendang-tendang dengan kaki belakang mereka hingga membentuk busa cappuccino dengan sel telor yang sudah dibuahi berada di dalamnya. Proses membangun sarang ini memakan waktu cukup lama, dan sang betina harus meninggalkan tempat beberapa kali untuk rehidrasi ke sumber air. Setelah selesai, jadilah sebuah sarang busa yang berfungsi melindungi telur alias generasi penerus mereka, hingga nantinya menetas sebagai kecebong dan terjun ke air di bawahnya. Jika tidak ada pohon di sekitar tempat yang mereka huni, sarang tersebut bisa juga ditempelkan di batu, dinding jembatan dan sebagainya.

Perilaku poliandri sang betina jelas mengundang rasa ingin tahu para ahli, mengapa mereka membiarkan dirinya di gang bang seperti itu ? Mengapa tidak cukup satu jantan saja ?

Hingga saat ini belum ada kesimpulan mutlak. Namun berbagai pendapat menyatakan bahwa semua itu dilakukan dengan satu tujuan,  “demi generasi penerus bangsa”.
Pendapat yang paling luas diterima adalah bahwa sel-sel telur yang dibuahi oleh banyak pejantan bakal menghasilkan keturunan yang lebih tangguh untuk survive, ditinjau dari habitat hidup mereka yang keras. Pendapat lainnya menganggap bahwa semakin banyak yang menyumbang akan menghasilkan sarang yang lebih besar dan kuat untuk melindungi telur mereka.

Yang pasti, tidak ada yang keberatan dengan perilaku poliandri mereka,  belum pernah mengundang protes dari pihak manapun, baik dari sesama kodok atau sesama binatang maupun yang namanya manusia. Dan belum pernah kejadian anak yang bertanya, “Bapakku  yang mana ?” atau minta ditest DNA segala.

3

Chiromantis xerampelina bilang : My nature is having many mates at once, all to father my kids.

Aku bilang : My fantasy is having two men at once,  one  cooking, one cleaning.

Love is not limited by gender or number!!!!! :p

Iklan

Satu pemikiran pada “Kodok Poliandri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s