Pekik Perang Seorang Pekerja

oleh Yani Serdadu

Pekik Bisu Penyapu Jalan

Dibumi tempat ku berpijak tak ada embun
Hanya daun berguguran menutupi sepanjang gang.
Perempuan tua terbungkuk menyapu, derak suaranya adalah nyanyian lelah.

Senyum di sudut bibir tak bersolek menyapaku, memperkosa pengakuanku untuk setuju bahwa kau adalah perempuan tua yang hebat.

Aku mengangguk, mengaku

kau perempuan kuat.

Selamat pagi, penyapu jalan!

______________________________

Klise

Pagi ini,

membaca berita
Isinya nyanyian pemilu
Seputar koruptor yang hidup enak
Hukum yang dibeli
Derita rakyat yang menjadi korban mancla menclenya UU pemerintah
Kebijakan bengis yang memihak kaum kapitalis

Ah Indonesiaku…

mouse

______________________________

Lugu

Kau terlalu percaya sama orang yang kelihatanya baik.

Ah…itu kan baru kelihatannya kawan.

Nyatanya kamu terluka.

Pagar tak selamanya menjaga tanaman kawan.

Usai sudah kisah itu, yang menyisakan duri dimuka cantikmu

____________________________

Potret Dari Yogya, Di Ujung Negeri

Yang dia tahu hanya memberi

Tak sadar tertangkap jepretan kamera

saat perduli gelandangan

yang tertidur menahan lapar

Bagai hantu muncul di gelap malam
menghindari aparat keamanan

dari hasil ngamen dia memberi gelandangan makan

Sayang sekali sekarang mengamenpun dilarang

Dia bingung, takut,

dia khawatir,  perut gelandangan menyanyikan lagu lapar

Terbersit akalku kotor
‘Ntuk ajari mereka merampok koruptor
Seperti koruptor merampok harta rakyat.

Sayang sekali aku sendiri tidak mampu

pikirkan satu cara yang jitu.

Foto dari pinterest.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s