MENGAPA MEMILIH?

oleh Rose Chen

Kita dilahirkan dengan kemampuan memilih, termasuk saat menghadapi pilihan yang sulit. Saat kita merasa tak ada pilihan yang tepat, kita bisa memilih untuk ‘tidak memilih’ atau memilih ‘yang paling mendekati’. Tidak ada yang bisa melarang kita untuk memilih.  Saat kita dilarang bersuara, kita bisa memilih diam atau berontak.

Indonesia memberikan kepada warga negaranya hak memilih orang atau sekelompok orang untuk mengisi jabatan-jabatan tertentu dalam pemerintahan sesuai undang-undang. Banyak orang di dunia ini yang tidak memiliki kesempatan ataupun hak untuk memilih ini. Bagi kita yang memilikinya, alangkah sayangnya bila tidak kita gunakan, karena suara kita ikut menentukan siapa kelak yang memimpin dan mengatur jalannya pemerintahan.

Pemilihan Presiden untuk lima tahun mendatang hanya tinggal sehari lagi. Saya percaya, masih banyak orang yang bingung menentukan pilihan. Keduanya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu saja, tidak ada sesuatupun yang sempurna di dunia ini bukan? Tetapi seperti yang saya sebutkan di atas, kita bisa memilih yang ‘paling mendekati’. Kita bisa membuat daftar pro dan kontra untuk kedua calon, pelajari dan kemudian tentukan pilihan berdasarkan apa kategori yang bagi kita harus dimiliki oleh seorang presiden negara Indonesia.

Inilah hal-hal yang saya bandingkan antara keduanya.

1. Sifat

2. Hubungan dengan orang banyak

3.  Pengalaman politik

4. Ambisi

5. Temperamen

6. Masa lalu

7. Prestasi

Hal-hal di luar itu? Tak ada artinya, hanya menambah rumitnya penentuan pilihan. Apalagi pendapat orang lain. Semua berlomba berpendapat, berlomba mencela. Tak perlu dengarkan, cari saja fakta dari sumber yang dapat dipercaya.

Zaman sudah berubah, tehnologi semakin canggih, informasi hanya berjarak seujung jari. Bangsa Indonesia semakin informed, pendidikan semakin terjangkau. Setelah sekian lama dijajah bangsa asing dan bangsa sendiri, kita semua merasa sudah cukup. Kita menghendaki perubahan. Kita tidak ingin bangsa kita tetap begini selamanya atau bahkan semakin mundur. Pemilihan Presiden 2014 ini lain dibanding pemilu yang lalu, karena kali ini, anak bangsa yang ingin menggunakan hak pilihnya berlipat ganda dibanding masa lalu.  Yang memutuskan untuk golongan putih (tidak memilih) nampaknya akan menurun drastis pada pemilu kali ini di mana pada pemilu-pemilu sebelumnya terus menerus meningkat persentasenya. Saya yakin ini disebabkan karena publik merasa memiliki harapan baru yang mana pada beberapa pemilu yang lewat, publik merasa kecewa dan tak ada harapan dengan pilihan yang tersedia. Hasil pemilihan sekali ini berpengaruh terhadap kehidupan anak cucu kita di tahun-tahun mendatang. Semoga tidak ada yang memilih untuk diam, semoga kita semua memilih dengan cerdas.

ff303045db690aaf3ea20b552605d0a8

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s