SAHABAT

oleh Ali Radja Arif

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan “sahabat” sebagai kawan, teman; dan sahabat karib sebagai sahabat yang sangat erat. Agama sendiri mengajarkan bahwa bersahabat merupakan salah satu nikmat yang diberikan Tuhan pada manusia. Orang Perancis bisa jadi menerjemahkannya dengan kata-kata ”persahabatan itu seperti anggur, semakin lama semakin nikmat.”

Persahabatan pada hakikatnya adalah cara Tuhan untuk mengurus kita. Ia bersifat manusiawi, sehingga bila orang lain melihat ada dua orang yang bersahabat, hendaknya tidak segera mencapnya sebagai wujud keekslusifan mereka. Malah seharusnya kita belajar dari mereka: ”kalau orang lain bisa sehati, mengapa saya tidak?” Sebaliknya, ini juga mengingatkan pada dua orang yang bersahabat agar tidak eksklusif (tertutup).

Persahabatan yang baik dari dua orang adalah bilamana mereka menunjukkan keinklusifan (terbuka) sehingga hakikat persahabatan itu akan menebar ke mana-mana. Maka akan muncul sahabat-sahabat lain.

Sahabat juga menentukan corak hidup seseorang. Jika salah memilih sahabat, maka berpotensi jelek pulalah orang itu. Seperti yang diingatkan ungkapan lama, “Bersahabat dengan penjual minyak wangi, kita akan menerima percikan wewangiannya, manakala bersahabat dengan tukang besi, percikan apinyalah yang akan memerciki baju kita.”

Sebuah kisah yang sering diulang, menceritakan tentang seseorang yang menulis di atas pasir ketika sahabatnya menampar dia akibat perdebatan yang sengit. Ditulisnya, ”Hari ini sahabat baikku menamparku.” Namun ketika sahabatnya itu akhirnya menolong dirinya saat hampir jatuh ke jurang, dia buat tulisan berukir di atas batu, ”Hari ini sahabat baikku menyelamatkanku.” Saat temannya heran, dan bertanya mengapa, dia hanya menjawab singkat, ”Jika seseorang melukai hati kita, sebaiknya kita menulis kejadian itu di atas pasir agar angin pemberi maaf menghapusnya. Namun, bila seseorang berbuat baik pada kita, hendaknya kita mengukir itu di batu sehingga angin tidak akan pernah dapat menghilangkannya.”

Cerita klasik ini memiliki makna kuat agar kita mengingat kebaikan orang lain dan sanggup memberi maaf orang lain yang bersalah. Bila orang lain itu adalah sahabat kita sendiri, maka sahabat yang baik adalah dia yang selalu ingat akan kebaikan sahabatnya, siap membantu, dan segera memaafkan kesalahan.

Dalam hidup, seringkali kita hanya ingat pada dua hal yaitu kebaikan kita kepada orang lain dan kesalahan orang lain terhadap kita. Tetapi kita sering lupa akan dua hal lainnya, yaitu kesalahan kita kepada orang lain dan kebaikan orang lain kepada kita.

Mengingat kebaikan sahabat, justru akan membuat persahabatan kian erat. Ia juga akan mendorong kita untuk ikut menjaga nama baik sahabat. Mengingat kebaikan sahabat, akan mengingatkan kita pada dia. Bila kita ingat dia dan dikira-kira cukup lama tidak bertemu, maka temuilah. ”Persahabatan sejati seperti kesehatan, jarang orang menyadarinya sampai ia kehilangan,” begitu kata Charles Caleb Colton. Maka dalam mengingat sahabat, selain mengingat kebaikan juga bisa berarti mengingatnya secara fisik.

Nabi Muhammad SAW apabila kehilangan salah seorang sahabatnya atau tidak pernah muncul sampai tiga hari selalu menanyakan keadaannya, bahkan dikunjunginya terutama kalau dalam keadaan sakit. Kata Nabi, “Apabila seseorang itu cinta kepada sahabatnya, harus tahu tentang keadaannya.” (HR. Tirmidzi).

Orang yang bersahabat bisa juga berbeda pendapat. Kadang-kadang perbedaan itu malah menimbulkan perseteruan. Bila dua orang yang bersahabat berseteru, kata orang sih, ’sakit hatinya’ akan lebih hebat dari dua orang yang bukan sahabat.

Sahabat sejati merupakan satu jiwa dalam dua tubuh. Keadaan seperti itu akan terjadi bila kedua tubuh tersebut saling mengasihi, seperti satu tubuh yang mengasihi dirinya sendiri. Bentuk saling mengasihi biasanya berkait dengan proses saling membantu. Saling membantu menjadi lebih kuat bila terjadi keadaan berupa hubungan baik. Sedangkan memelihara hubungan baik itu sendiri termasuk bagian dari iman. ”Perumpamaan mereka yang beriman dalam saling mengasihi dan menyayangi adalah laksana satu badan. Apabila satu anggota badan merasa sakit, akan sakitlah seluruh badan,” kata Nabi (HR.Bukhari). Dan ”Sesungguhnya memelihara hubungan baik termasuk bagian dari iman.” (HR.Ahmad).

Termasuk dalam kategori membantu adalah saling memberi dan menerima masukan, nasihat, kritik. Salah satu tanda persahabatan yang akrab, sesungguhnya adalah memberikan nasihat apabila terdapat kekeliruan di dalam tindakan sahabatnya dan memberikan kritik untuk kebaikannya dalam menjalankan sesuatu. Sebaliknya, seorang kawan sejati adalah dia yang tidak marah kalau dinasihati atau dikritik. Bila seseorang malah mendiamkan sahabatnya yang berbuat salah, atau bahkan hanya suka memuji, sesungguhnya dia justru membiarkan sahabatnya terjerumus. Seperti kata seorang bijak, ”sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.”

fy4pqn3

Saling membantu antar dua sahabat di sini, tentu saja saling membantu dalam hal yang baik. ”Bila sahabatku terjun dari jembatan, aku takkan terjun bersama dia, tapi aku akan berada di bawah untuk menangkapnya.” Sahabat sejati adalah orang yang datang ketika yang lain meninggalkan.

Akhirnya, dengan selalu mengingat kebaikan sahabat, bila terjadi perbedaan atau bahkan pertengkaran, kata saling memaafkan akan lebih mudah terucap. Minta maaflah pada sahabat bila kita salah dan maafkanlah sahabat bila dia khilaf. Lalu berdoalah untuk dia, dengan doa yang baik. Makna yang dikandung dalam kata “persahabatan”, sesungguhnya bukan hanya berkait dengan pertemanan antar dua atau segelintir orang saja. Perlakuan yang sama untuk ’tetap saling bantu ’ dan ’tetap saling ingat’ juga berlaku untuk orang-orang yang tidak terbatas pada hanya sahabat. Kedua hal tersebut adalah hal baik yang bisa kita lakukan terhadap semua orang. Tapi kalau kita punya sahabat, mengistimewakannya dengan hal tersebut, tentulah merupakan sesuatu yang lebih baik.

Catatan : Tulisan ini telah dipadatkan dari note di akun facebook penulis tertanggal 4 Januari 2015